13.2.12
Esok Valentine.
Esok Valentine.
Bunga, coklat, patung teddy dan bermacam ragam lagi teladan pengungkap kasih yang harganya;
Disembelih kita dengan harga-harga meroket tinggi - dihalalkan konon atas nama cinta dan sayang.
Lalu poket kapitalis jua yang justeru kenyang.
Valentine itu cuma alasan laki-laki justeru berselindung di balik mantra cinta dan sayang,
memancing sang gadis untuk mengorbankan sesuatu.
Keperawanan misalnya, atau anal.
Kira itulah idea nakal yang bermain-main di fikiran sang laki-laki.
Setimpal dengan pengorbanan dompet;
buat menyediakan bunga-bunga, coklat, patung teddy,tempahan makan malam di restoran paling fancy, sebotol wain vintaj
berselang-seli dengan bisikan memujuk penuh keluh-kesah desah berahi; sang gadis dan laki-laki harus bijak berhelah.
Dan matlamatnya tetap terjurus kepada cuma satu penyelasaian - yakni, sang gadis harus tewas pada segala permintaan sang laki-laki.
Demi maruah menjadi sang Valentine pada sang laki-laki itu.
--
"You said no flower"
"That's why I brought you carrots"
Sang gadis merenung mata sang laki-laki lalu tersenyum simpul.

No Responses
Post a Comment